Sunday, April 23, 2017

#Kartiniwish : Panggil gue mbak..

Iuh wanginya mbak-mbak banget.

Dasar lu mbak2!

Idih pacar barunya dia kan mbak2!?

Mungkin sebagian besar dari kalian sering mendengar lontaran kata2 diatas. Yang mana hal tersebut uda lumrah disebutin (biasanya oleh sesama perempuan) ga peduli cewe tsb keturunan ataupun yang pribumi asli.

Terkesan mbak2 itu sebutan yang melecehkan/merendahkan bagi sesama perempuan, dan uda biasa banget dibuat becandaan untuk sesuatu yang terkesan ga berkelas, ga oke dsb.

Ntah juga analogi ini datang darimana, tapi sih kalo boleh coba menyimpulkan, mungkin becandaan "mbak" muncul karena banyaknya asisten rumah tangga, yang biasanya berasal dari suku (mohon maaf) Jawa. *cmiiw* dan dipanggil dengan sebutan mbak.

Padahal faktanya pekerjaan asisten rumah tangga ga sejelek yang orang-orang pikirin (ga ada mbak kelar idup lu!) dan ga cuma dipegang oleh orang Jawa doank??

Plus dalam bahasa Jawa pemakaian kata Mbak sebenarnya ditujukan untuk memanggil kakak perempuan ataupun perempuan yang lebih tua dari kita, jadi ya salah besar sih kebiasaan menjadikan kata "mbak" sebagai lelucon maupun ajang ledek2an oleh sesama perempuan atau siapapun.
--------------------------------------------
Terlepas dari semua itu, kalo boleh jujur gw  malah lebih suka dipanggil mbak loh :)  

Lah kok gituuuuuu???

Secara tampang emang sih muka gw cici2 banget, dan mungkin orang ga akan percaya kalo gw pribumi, meskipun bapaknya bokap gw (kakek) adalah seorang pribumi, dan bahkan seorang Muslim, yang diblend (nikah) sama nenek gw, seorang wanita keturunan Tionghoa, dan dilanjutkan juga dengan bokap gw yang menikahi wanita Tionghoa (nyokap gue).

Ditambah lagi meskipun pribumi, Alm.Kakek gw berdarah Nias yang mostly orangnya putih2 dan matanya juga sipit2 kaya Cina! Jadi? Siapa sih yang percaya kalo gw masih berdarah pribumi??

Oke kembali lagi  kenapa bisa gw lebih suka dipanggil mbak? Khususnya diluar keluarga ataupun komunitas yang masih ada Chinese2nya (maklum double agent, pribumi iya, Tionghoa iya) ???

Karena disitulah gw sangat merasa kalo gw tidak diperlakukan rasis :)

"Mau kemana mbak? Berangkat kerja ya?"

"Mau kemana ci? Berangkat kerja ya?"

Jujur kalo gw boleh milih, meskipun inti pertanyaan sama, gw akan tetep pilih pertanyaan yang pertama. Karena ya cuma di moment itu gw merasa bener2 dihargai sebagai Warga Negara Indonesia, meskipun tampang dah menyatakan Chinese detected!

Ya kadang2 ada juga sih moment dipanggil mbak yang ngeselin....

"Mbak cina ya?"

Begitu kurang lebih pertanyaannya "Cina lagi Cina lagi :')"

Dan bertepatan sama Hari Kartini ini (uda lewat woy 3 hari lalu) kalo boleh gw mengutarakan harapan gw sebagai perempuan Indonesia, gw pengen banget kedepannya bakal lebih sering dipanggil mbak :)

Alasannya.. bagi gw panggilan "mbak" adalah panggilan iconic asli Indonesia, dan ketika kata itu disebutkan ke perempuan, seakan ga ada lagi batas.. plek ya lu perempuan Indonesia! Asli.. tanpa perlu memandang lagi apapun suku u.

Kedua; gw pengen siapapun, teristimewa sesama perempuan, buat ga lagi menjadikan kata mbak2 sebagai bahan becandaan untuk merendahkan seseorang. Karena kalo habbit tersebut terus dilakuin, otomatis panggilan iconic ini bakalan mati, dan identitas sebagai  wanita Indonesia pun bakalan semakin ilang. Bayangin kalo lu lagi jalan ke luar negeri terus ada yang saling sapa manggil mbak? Automatically lu bakal langsung recognize kan kalo dia perempuan Indonesia, sama seperti lu? Dan gimana u ga bangga nemuin sesama perempuan Indonesia di negeri yang berbeda? That's it..

Terakhir semoga kedepannya juga ga ada lagi rasis2an, SARA2an, khususnya bagi perempuan-perempuan di Indonesia, karena apapun ras lu, suku lu, agama lu, gw yakin kalian semua cuma merasa kalian itu wanita Indonesia asli, dan gamau dibeda-bedain apalagi di KW-KW in :)

Selamat *belated* Hari Kartini !













Saturday, August 20, 2016

Mendadak rakus - Papparich, PIK, North Jakarta

Hello everybody ! I'm back, with another story. Kali ini bukan topik cinta-cintaan, atau perjalanan cinta gw yang ala2 cinta fitri, but it's all about our mendadak rakus moment (me and my boyfie)

So, let's check it out my first food blogging :

PAPPARICH - PIK (PANTAI INDAH KAPUK) NORTH JAKARTA, INDONESIA



Interior





Source: https://www.facebook.com/PappaRichJakarta/photos?ref=page_internal

Papparich adalah restaurant asal Kuala lumpur, Malaysia, yang uda berdiri sejak tahun 2005, sesuai dengan negeri asalnya resto ini menawarkan Malaysian Cuisine. Papparich sendiri sekarang uda tersebar di beberapa negara, seperti Singapura, Brunei, China, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan juga tentunya baru-baru ini di Indonesia. Setelah membuka salah satu restaurantnya di Medan, Papparich akhirnya hadir juga di Jakarta, tepatnya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dengan konsep yang modern dan lebih ke family restaurant, restaurant ini memiliki dua lantai. Bahkan uniknya restaurant ini punya lift loh, cocok banget nih buat orang-orang mager kaya aye :P, meskipun ujung-ujungnya kedapetan meja di lantai 1 juga sih.

3 Layer Tea @IDR 30.000



Alasan utama kita mesen 3 Layer Tea adalah karena minuman ini termasuk dalam Top 10 Malaysian Favourites yang direkomendasiin di dalam buku menu. Kedua, karena emang penasaran aja sih :P, secara di dalam satu gelas minuman ini terdiri dari teh, susu dan Gula Melaka sekaligus. 

Minumannya pun tiba, then kita aduk-aduk deh supaya tercampur rata semuanya. Seruputtt...

Hasilnya..Minuman ini masih sepupuan sama Teh tarik kalo gw bilang. Tapi yang bikin beda, kalo teh tarik biasanya lebih cenderung bercita rasa manis, 3 Layer tea punya tambahan sedikit cita rasa pahit didalamnya, dan gw menduga it comes from the Palm Sugar (Gula Melaka), atau mungkin malah teh-nya? (cmiiw)


Roti canai with Curry Sauce IDR @21.000



Kalo menu berikut merupakan pure pilihan aye sendiri. Setelah sempet bingung, karena di dalam buku menu cukup banyak pilihan roti sejenis, seperti roti planta, bom, tissue and many more, akhirnya gue menjatuhkan pilihan ke roti canai with curry sauce ini. Menu ini juga masuk 10 Top Malaysian Favourites loh dimenu, tapi yang ada ayamnya (with Chicken curry). Nah berhubung gw agak picky eater, ga gitu bisa makan daging yang ga digoreng maupun dibakar kering, akhirnya terpilihlah si Roti canai yang tanpa ditemani ayam sebagai pasangannya. Yang ada dibenak gw, nih roti pasti kecil, karena emang kondisi perut gw yang masih kenyang, jadi gamau makan yang terlalu berat. Taunya pas dateng, bedeuhhh ada kali setengah kertas hvs lebih gedenya. Penampilannya sih ya kaya roti canai ditemenin kuah nasi padang (buahahahaha), malahan ada gula lagi diatasnya (mohon maaf, ini request pribadi aye, karena labil, pengen dimakan sesekali pake curry, sesekali pake gula. wkwk). Tapi rasanya yahuddd! porsinya pas buat berdua, dan enak dimakan gurih pake curry sauce, maupun manis dicocolin ke gula. Kata mbak pelayannya sih menu ini bakal lebih enak dan cocok dimakan langsung pas lagi anget. Pokoknya patut dicoba deh ini menu.

Hainan Toasted Bread with Peanut Butter @IDR 30.000



Kalo yang satu ini, ibarat anak (sorry) anak yang ga diharapkan, tapi mau gamau dipesen juga. huiks. Jadi ceritanya laki ane yang juga masih kenyang (setelah bakmie party dirumah, made by my mom) pada awalnya memilih Hainan Special Toasted Bread with Butter + Kaya sebagai teman hidup 3 Layer Tea-nya. Lagi-lagi menu itu termasuk 10 Top Malaysian Favourites yang direkomendasiin di buku menu. Tunggu punya tunggu, sambil bantuin makan Roti Canai diatas, eh nih roti kok ga dateng-dateng. Pas liat list pesenan taunya ada keterangan S.O nya, yang kita artikan sebagai SOLD OUT :(. Sebelnya ga ada satupun pelayan yang informasiin, mungkin karena ini resto rame banget, full atas bawah ga berhenti-berhenti. Pas kita panggil, pelayannya juga ngeiyain kalo menu ini sold out, karena kaya jam nya abis. Karena laki gue kekeuh makan toasted bread, akhirnya mau ga mau dipilihlah roti ini. Pas dateng, penampilannya biasa aja, uda ketara banget nih kaya roti panggang biasa dipakein selai skippy. Pas dimakan ternyata bener, bener-bener biasa aja :(. I wouldn't repurchase it. 

----
These photo was taken by iPhone 5 (sorry for bad quality pictures or angle, i'm not good enough in photography)

Kesimpulannya: Gw bakal balik lagi ke resto ini, karena masih penasaran sama main course-nya, such as: Nasi Lemak, Penang Prawn Mee, Char Kway Teow, dan juga Hainan Special Toasted Bread with Butter + Kaya-nya, yang belom sempet kebagian. Ga ketinggalan buat re-purchase Roti Canai nya ! Tempatnya yang cozy, plus playlist musik-musik jazz-nya yang enak (sejenis sama yang diputerin di JCO Coffee & Donuts) juga bikin cowo ane betah disini permisah. So, bolehlah kalo lagi main di daerah PIK untuk coba mampir dimari :)

Thank you for reading, and see ya at another mendadak rakus moment !

Salam Rakusssssssssssss...Biar kata orang aku gendut, aku sih oraurus.

Papparich 
Jl Mandara Permai VII Blok G-8 
Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara (Sebrang Afterhour, deretan Bienvenue)



Saturday, October 31, 2015

Backstreet Begins - part 1

How are you my blog's reader?

Bagi yang uda baca First time I met you sampai tamat, Backstreet begins ini adalah lanjutan daripada seri First time I met you. So, kalau penasaran kelanjutannya seperti apa? Simak terus tiap edisinya mulai part 1 berikut ya ;)

................

Hari-hari yang indah, deg-deg ser, bikin semangat masuk sekolah kurang lebih itulah yang gw rasain setelah resmi jadi pacarnya. Bahkan ga jarang jam pelajaran malah kita gunakan buat ber-sms ria :P

"Jangan ada yang coba-coba untuk menghubungi seseorang di gedung sebrang ya", tegur seorang guru tiba-tiba di tengah jam pelajaran.

"Aduh mati.. kayanya nyindir gue nih", ucap gw dalam hati, sambil buru-buru menyimpan handphone ke dalam tas.

Fiuh... tapi untung sih cuma ditegur, ga disita langsung.............

Gw: Kamu mau nasi uduk ga? besok aku bawain, nanti kita makan siang bareng ya.
Ray: Boleh, bawain aja, nanti aku bikin telor-mie ya dari rumah.
Gw: Apaan tuh telor-mie?
Ray: Itu indomie goreng dicelupin telor terus digoreng.
Gw: Ooh, kaya apa tuh rasanya? Yauda besok kamu bawain juga ya.

Selain ber-sms ria, masa-masa pacaran di sekolah juga selalu kita isi untuk makan siang bareng. Kalau ga makan di kelas gw, ya makan di kelas dia. Walaupun semakin lama, makin kurang ajar sih nih cowo, uda mulai males-malesan main ke kelas gw semenjak pacaran (Raised Eyebrow)

"Kamu aja yang main ke kelas aku.. Aku lagi cape nih habis olahraga"

"Kamu aja yang main ke kelas aku ya, aku lagi mager, hehe".

Dasar laki-laki kalo PDKT aja rajin, kalo dah jadian bener2 minta di-BOMMMMM ! >:O

Tapi walaupun sifat-sifat ajaibnya perlahan mulai kelihatan, gw tetep sayang dengan mahluk nyebelin  yang satu ini. Karena dibalik semua itu dia juga punya sejuta sifat positif, misalnya ga pernah absen anterin gw les MAFIA (Matematika, Fisika, Kimia) :P.

Gw: Aku masuk ya..

kata gw ala2 perpisahan di bandara gitu, padahal sih cuma mau masuk ke tempat les XD.

Ray: Oke..nanti selesai les jam berapa?

Gw: Belum tau, kadang suka dikasih soal, kalo cepet selesai ya aku boleh balik lebih cepet.

Ray: Oke kabarin ya, nanti aku kesini lagi sebelumnya cici kamu jemput.

Ya, begitulah kenyataannya.. Saat itu gw belom dibolehin pacaran, so kita suka curi-curi waktu buat ketemuan. Misalnya pergi ke tempat les bilangnya naik bajay padahal dianterin. Pulang les pun pacaran dulu di gang depan tempat les, ya walaupun pacarannya cuma ngobrol doank sih, dia di motor gw berdiri sambil ngobrol 15-20 menit, entah apa yang diobrolin. Namanya masih bocah ingusan cinta-cintaan kali ya. Coba kalo sekarang? aku ngantuk sayangggg ga bisa jemput ! (curcol :P)

Gw: Eh nci aku ud deket..aku pulang ya.
Ray: Iya hati2 ya, aku juga pulang.

Gw pun melangkahkan kaki keluar gang untuk menemui nci gw yang sudah menunggu di mobil. Sedangkan si Ray pulang begitu aja seolah-olah ya kita ga kenal (duh nakal banget ya gw waktu SMA, haha).

Nyokap: Lu pacaran kan? Jangan sampe gw bilangin Bapak lu ya.
Gw : Ga kok, orang cuma temen doank (Jurus ngeles yg uda basi).
Nyokap: Terus kenapa kemaren-kemaren kerja kelompok sama temen harus dibonceng sama dia?
Gw; Ya temen-temen kan naik bajay, ga muat, ga mungkin kan saya naik bajay sendiri, jadi dia anterin deh.
Nyokap: Ah alesan, emang ga bisa naik dua bajay? Pokoknya terusin aja pergi sama cowo, diculik dibawa kabur diapa-apain, baru tau lu ga ada yang nolongin.

Glekkk... di culik? dibawa kabur? di apa2in? Jujur sejujur2nya, gw yang kala itu baru genap 15 tahun jadi parno juga dikasih wejangan kaya gitu. Apa iya jangan-jangan si Ray tukang nyulik cewe? Kan gw juga baru kenal dia, dan gatau asal usulnya dia kaya apa :O.

....................
Ray: Latiannya jangan lama2 dong, nanti aku jemput kamu kita keliling2 Pademangan.
Gw: Mhm, iya.. nanti kalo latiannya cepet selesai, aku kasih tau kamu deh.
Ray: Oke, pokoknya jangan lama-lama ya.

Ray pun menyalakan motornya dan lalu pergi meninggalkan gw buat tugas latihan nari di rumah temen. Kemudian parno akan ucapan nykp pun mulai muncul...


"Dia mau ajak gw keliling Pademangan? Gw kan ga tau jalan, jangan-jangan dia mau ajak gw ke rumahnya terus bener kata nyokap dia mau aneh-aneh. *Glek*. Ga ah gw takut, pokoknya gw harus ulur-ulur waktu biar latiannya lama"... ucap gw dalem hati.

"Latiannya udahan dulu ya, besok kita lanjut lagi", kata seorang temen gw.

Masih jam 3-an, ini sih masih belom terlalu sore..pikir gw dalem hati.

1 New message

Ray : Gimana uda belom? Ayo jangan lama-lama aku mau bawa kamu jalan-jalan.
Gw: Belum nih belum selesai

Gw pun memilih untuk berbohong saat itu karena beneran takut, sumpah ga pake boong, gw pun mengulur2 waktu sambil ngobrol dengan temen-temen disitu.

Tapi karena yang lainnya uda pada mulai pamit pulang, rasa-rasanya uda ga mungkin strategi mengulur waktu gw dilancarkan, dan kebetulan doi pun uda mulai sms lagi.

1 New message

Ray: Masih belom juga? Yah keburu kesorean dong, aku kan mau ajak kamu jalan2.
Gw: Ga kok, baru aja udahan nih (Padahal sih dah selesai daritadi :P).

Ga lama doi dateng buat ngejemput gw, untung banget datengnya doi, berpas-pasan dengan sms dari nci gw yg minta dibeliin soto di deket sekolah.

Gw: Nci aku minta dibeliin soto samping sekolah, sekalian kan dia juga mau jemput aku di sekolah. Jalan-jalannya lain kali aja ya.
Ray: Yah kok gitu, kamu sih sore banget selesai latiannya. Ya uda deh gapapa.

Keliatan banget muka doi berubah agak bete waktu itu, ntah bete ga jadi jalan-jalan, atau beneran bete ga berhasil nyulik gw #eee :P. Gw pun merasa ga enak juga sih karena kejadian itu.

Selanjutnya doi merelakan dirinya untuk langsung anter gw ke sekolah tanpa jalan-jalan dulu. Ada suatu kejadian yang ga bakal gw lupa, yaitu di tengah perjalanan menuju sekolah. Karena doi ngerem n gw takut jatoh, gw pegangan sedikit di perut doi, tapi abis itu gw lepas.. eh doi tiba-tiba narik tangan gw (masih bukan buat nyulik) dan ngelingkarin tangan gw balik di perut doi. Gw kaget sekaligus deg-deg ser sama actionnya, secara baru pertama meluk cowo kecuali bapak gw di motor.

Ray: Ngapain dilepas, begini aja biarin.
Gw: (malu-malu) Ih ngapain ah.
Ray: Gapapa biarin aja ya. (Kata doi sambil megangin tangan gw sebentar).

Manisnya doi kala itu bikin gw berpikir, apa iya penculik bisa manis juga?
Kalo iya berarti gw uda resmi jadi korbannya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah kita menjalani hubungan kucing-kucingan tersebut, semuanya masih berjalan smooth dan mudah, sampai akhirnya hari itu tiba.

*Pembagian rapor bayangan semester 2*

Ray: Nilai aku jeleknya banyak banget. Gimana ya
Gw : Kamu ga boleh gitu, masih ada waktu buat perbaikin. Emang kamu ga mau ya kita tetep satu sekolah?
Ray: Maulah, aku masih mau sekolah disini sama kamu.
Gw: Yauda kalo kamu beneran mau, kamu harus belajar, masih ada waktu. Janji sama aku mulai sekarang kamu lebih rajin. Jangan bolos lagi. Nanti aku pinjemin catetan buat belajar segala macem. Ok?

Kenyataannya co gw memang punya track record yg kelam, seharusnya doi adalah kakak kelas gw, dan tahun lalu dia tinggal kelas. Dia ngaku sama gw kalo dia depresi banget tinggal kelas, apalagi cuma karena satu nilai yang merahnya tipis banget. Ya, memang sekolah gw terkenal banget dengan kesadisannya dalam membabat anak kelas 1 buat dieleminasi setiap tahunnya, yang totalnya bisa sampe 35-40 orang dalam satu angkatan, doi lah salah satunya. Karena depresi itu dia jadi semakin cuek sama yang namanya sekolah, dia sering telat dan sengaja2in ga masuk, main warnet, ga belajar pas ulangan. Dan kemudian dia nyesel setelah ketemu gw, karena kalo nilainya sampe amburadul lagi, dia terancam ga naik kelas untu kedua kalinya, yang itu artinya dia harus pindah sekolah.

Ray: Kenapa ya aku ketemu kamunya belakangan, coba pas awal, aku pasti ga males-malesan kaya gini deh.
Gw: Ya mana bisa gitu, kamu harusnya yang dari awal ga begini, jangan cuma karena aku. Pokoknya kamu harus berusaha ya, kamu pasti bisa.

Gw masih sangat optimis kalo nilai doi masih bisa diperbaikin, doi pun beneran nunjukin kemauannya dengan lebih rajin dan juga ikutan les. Setiap pulang sekolah gw ga pernah bosen nemenin dia buat  ngelunasin utang-utang remedial, n ngebantu dia dengan  minjemn catetan yang gw punya. Pokoknya ya bener-bener berusaha keras supaya masih bisa satu sekolah di kelas dua nanti.

Malam itu..

1 New Message:

Ray: Aku lagi di gading nih sama temen aku
Gw: Oh ada PR ga besok? Pulangnya jangan malem2 ya.
Ray: Kayanya sih ga ada, hehe. Iya bentar lagi aku pulang.

Pas sampe rumah.

1 New Message:

Ray: Waduh iya, ada PR Agama. Aku kerjain dulu deh.
Gw: Tuh kan, kamu sih. Yauda kerjain sana, kerjain yang bener ya.

Doi bener2 ngerjain PR saat itu, beda sama biasanya yang mentok2  cuma nyontek  sama temennya di sekolah. Tapi sayang nasibnya tetep naas.

Ray: Ini bu PRnya.

Sebut saja guru ini bernama Bu F, Bu F lantas membuka buku PR  doi dengan muka datar dan nyebelin khasnya.

Bu F: Buku apa ini?
Ray: Ya buku PR saya Bu, Buku PR Agama.
Bu F: Buku PR, Buku PR, ini depannya tulisan apa? Matematika kan? Saya gamau terima.
Ray: Ini emang buku bekas Mat Bu, tapi kan uda saya lipet depannya ga dipake lagi.
Bu F: Pokoknya saya ga mau terima, ambil ini. (sambil ngerobek halaman yang uda dikerjain)

Ampun, ga terdeskripsiin lagi deh dendam kesumat co gw sama Ibu yang satu ini. Uda dari awal ga suka, jadi tambah suka deh :(

Ray: Dasar F (censored) orang uda cape2 bikin PR, pulang dibela-belain ngantuk, PR aku dirobek sama dia.
Gw: Loh kenapa?
Ray: Karena aku pake buku bekas Mat, abis gimana aku ga ad buku kosong lagi.
Gw: Ya ampun jahat banget sih dia, ya uda sabar ya bi, emang gila kali dia, ga ad hati ga bisa hargain kerja keras orang.

Mungkin inilah bukti susahnya orang buat tobat dan kembali ke jalan yang benar, selalu ada aja halangannya :).

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Waktu demi waktu pun berjalan, hari pembagian rapor pun semakin dekat.

Gw: Aku yakin kita pasti masih bisa satu sekolah bareng.
Ray: Hehe iya, aku juga..

*Pengumuman* (Dari Speaker Sekolah) Kepada Siswa Ray Recaro dan D*n V*to ditunggu di ruangan kepala sekolah sekarang juga. Terima kasih.

Gw: Yank denger deh, kamu dipanggil tuh. Kenapa ya?
Ray: Iya ya kenapa ya. Yauda aku kesana bentar ya.
Gw: (Sambil narik tangannya) Kok perasaan aku ga enak ya, kamu dipanggilnya sm D*n V*to lagi :(
(Sama2 murid yg pernah tinggal kelas tahun lalu).
Ray: Ga, uda ya, aku yakin ga kenapa2, aku kesana dulu ya

Doi masih sempet senyum sebelum menuju ruang Kepsek. Gw cuma bisa diem, kepikiran apa yang bakal dibicarain tuh Kepsek ke doi. Selang beberapa menit, doi pun keluar dari ruang Kepsek dengan muka antara hopeless sekaligus berusaha tegar.

Gw: Gimana?
Ray: Maaf ya, aku ga bisa sekolah disini lagi


To be continued.



















Thursday, January 8, 2015

Short Story About Us -“Sepanjang jalan kenangan”.


Hai, hai, Apa kabar ?

Uda baca First time I met you belom? Kalo belum monggo dibaca dulu ya di posting-an sebelumnya :D
Bagi yang uda, sesuai janji di penutup First time I met you, sekarang gw mau berbagi tentang  kisah yg gw dan doi udah jalani selama ini. Let’s called it “Short Story About Us”, sesuai dengan judulnya gw akan membagikan kisah tersebut ke dalam beberapa cerita pendek dengan judul khasnya masing-masing disetiap episodenya. 

Perlu diingat karena ini cerita pendek dan karena kisah gw uda kebanyakan (harap maklum,uda hampir 7 tahun cuy 2008 s/d sekarang), jadi tiap2 episodenya mungkin ga akan berkaitan satu sama lain dan menggunakan alur waktu yang ga beraturan (bebas, bisa pengalaman pas SMA,kuliah atau sekarang).

So, Mari kita mulai dari “Sepanjang jalan kenangan”. Selamat membaca :)
---------------------------

Nonton adalah  udara di hubungan gw dan doi, dan pastinya juga buat kebanyakan pasangan di seluruh dunia. Tapi bukan hal mainstream ini yang mau gw ceritain, melainkan salah satu pengalaman kita berdua waktu mau pergi nonton.

Mari kita flashback bersama ke kejadian yang terjadi 4 tahun lalu.

Januari 2011.

Status sebagai mahasiswa baru ditambah status hubungan gw dan doi, yang tadinya backstreet (kucing-kucingan dari orangtua) menjadi  legal (diperbolehkan) baru-baru ini, menjadikan pertemuan kita berdua semakin intens layaknya pacaran-pacaran normal pada umumnya. Yang dulu bisa dibilang ketemu cuma  seminggu sekali itupun pake kucing-kucingan, sekarang uda bebas deh mau kemana aja.

Bagi yang penasaran mengenai hubungan Backstreet kita sewaktu SMA kaya apa, harap bersabar ya! Karena nanti akan gw uraikan di episode-episode berikutnya :) *keepmypromise* susah cari inspirasi mau mulai dari mana cuy terlalu complicated tuh pengalaman, haha.

Back to the topic, karena semakin intens pertemuan itulah gw dan doi biasanya menggunakan waktu tersebut untuk nonton. Tempat favorit kita nonton di tahun itu, adalah sebuah Mal dimana gw sekarang bekerja *bipppppp* sensor, yang juga dulu pernah menjadi tempat dimana gw dikirain “MALINGGGGG” (silahkan baca di posting-an paling bawah mengenai cerita ini). Bukan tanpa alasan gw memilih nonton di Mal ini, semua dikarenakan cuma Mal ini doank, yang saat itu masih bisa kasih harga nonton Rp 15.000,- Senin-Kamis!!!Gimana ga menggiurkan buat kantong Mahasiswa baru yang masih tongpes kaya kita? haha.

Sore itu gw dan doi uda berjanji untuk nonton film "Shaolin" film Mandarin yang dibintangin sama Andy Lau, Jackie Chan, dll. Walau film tersebut masih panas-panasnya di bioskop, sukur banget gw dan doi masih bisa mendapatkan bangku yang sesuai seperti yang kita harapkan.

Perjalanan nonton kita berjalan dengan sangat smooth seperti acara nonton pada umumnya, popcorn caramel langganan juga fine-fine aja kok kita telen sampe abis.

Yang menjadi awal dari kisah ini adalah ketika kita mau pulang ke rumah. Jam uda nunjukin kurang lebih sekitar jam 8 atau setengah 9, dan itu artinya jam malam gw atau jam gw harus sampe ke rumah uda ga lama lagi. Karena jam 9 teng gw harus uda sampe di rumah waktu itu (sekarang juga cuma sampe jam 10 coy, "ingetttt"!) .

Kita berdua berjalan beriringan menuju parkiran, pas motor uda dinyalain dan mengarah ke tukang periksa karcis, tiba-tiba laki gw ngomong.

"Kok kaya kempes ya bannya", kata doi saat itu.

"Serius? Bisa pulang ga nih kita? Kalau ga cari tukang tambel dulu", sahut gw.

"Bisa, mungkin bocor alus doank kali nih, tapi kuatlah kan ban tubbles", jawab laki gw PEDE.

Kemudian gw, co gw dan motornya melaju menuju pintu keluar Mal. Baru aja keluar dari Mal, eh tuh ban uda making gembos aja.

"Duh yank, kayanya ga bisa deh, bocor nih kayanya, kita cari tukang tambel bentar ya", kata co gw.

"Oh ya uda deh, masih sempet kok, yuk coba cari ke arah sana", timpal gw.

Nyatanya kepolosan gw menjadi navigator berujung kesuatu keapesan. Gw yang memberi ide untuk mencari tukang tambal ban dari arah Artha gading menuju ke arah Dapur cokelat / Sport Mall, yang notabene malah kawasan perumahan, membuat kita ga mendapati tukang tambal ban sebijipun, yang ada cuma jalanan yang semakin lama semakin sepi. 

"Yah kok ga ada ya yank, gimana dong nih",kata gw masih dibonceng oleh co gw.
"Iya yah, yauda kita muter balik aja ya", sahut co gw.

Eh belom sempet muter balik. Ban depan co gw uda gelayat gelayut menciut tak bersisa, alhasil gw pun disuruh turun sama co gw dari motorrrr.

"Yah kempes yank, kamu turun ya" pinta co gw.

Kita pun merasa bener2 terpojok, gimana ga, uda sepi, motornya bener-bener ga bisa dinaikin lagi. Alhasil gw dan co gw cuma bisa pasrah berjalan beriringan dari Dapur Cokelat menuju Kelapa Gading terus mencari batang hidung si abang tukang tambal.

Awal-awal masih fun, lama-lama, gw dan doi mulai kehabisan tenaga. Apalagi doi kasian banget gila dorong-dorong motor. Sampe tibalah kita di depan Restoran Ikan Goreng Cianjur Kelapa Gading, karena uda ga tahan kita pun bertanya ke abang-abang parkir dimana tukang tambal terdekat.

Badan co gw uda basah kuyup, begitupun gw. Sukur banget kita akhirnya nemuin tukang tambal ban. Bak dokter yang mendiagnosa pasiennya, langsung si Abang to the point bahwa nih ban uda ga bisa ditambel dan harus diganti ban baru. Dengan harga yg cukup mahal untuk kualitas barang yang ga sesuai, gw dan co gw pasrah tuh ban dibedel diganti sm yg baru, demi bisa sampe ke rumah tepat waktu.

Gw yang mulai khawatir pun juga segera mengabari bokap di rumah lewat sms, yang menyatakan gw lagi tambel ban, dan janji bakal segera pulang abis ban di tambel. Malahan pas ban lagi ditambel hujan sempet turun lsebentar, gw pun semakin resah aja mikirin nasib gw bakal bisa pulang atau ga.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya ban motor tersebut selesai juga dipasang. Gw pun lega bukan main, dan langsung menaiki motor menuju arah pulang, yang lagi-lagi harus melewati perumahan.

Dan you know what?? Di tengah jalan tuh ban kembali gelebyar gelebyer alias KEMPESSSSS

Alamak, mati gw!! Dorong motor lagi deh :(

"Kamu pulang aja ya, nanti aku cariin taxi di depan, kasian kamu cape daritadi", kata co gw membuka obrolan.

"Ah, ga mau. Kasian kamu, masa aku tinggal disini sendiri", balas gw yg emang ga tega ngebiarin doi sendirian.

"Uda gapapa, daripada kamu cape. Nanti ya di depan aku cariin taxi", ujar co gw lagi.

Karena ngerasa ga nemuin solusi, dan ga tega biarin co gw sendirian. Gw kemudian menelpon Bokap, yg emang aslinya punya usaha bengkel. Bukannya pembelaan, malah kena semprot yang gw dapet gara-gara balik malem.

"Makanya cepet pulang, uda malem gini ban malah bocor, bla..bla..bla", cerocos Bokap.

Tapi mungkin karena doi ga tega juga, akhirnya gw disuruh stay disuatu tempat, untuk menunggu bala bantuan. Gw sama co gw pun deal ketemu di Alfamidi samping Dapur Cokelat. Sambil nunggu, kita memilih beli roti dan minum, kemudian menikmatinya dengan cuek selonjoran di teras Alfamidi tersebut :P. 

....................

Sejak saat itulah kejadian yang menyebabkan keesokan paginya kaki gw pegel-pegel, meski mungkin ga separah capenya co gw yang dorong2 motor, membuat kita berdua sepakat menamai sepanjang jalan Artha Gading sampe Sport Mall "sepanjang jalan kenangan". Sampai sekarang kita yang masih sering lewat jalan itu cuma bisa senyam-senyum becanda mengenang kejadian  itu, misalnya aja nyanyiin reff lagu sepanjang kenangan sambil ketawa-ketawa :D

Bahkan kita berdua berandai-andai, seamit-amitnya ga sama-sama lagi, mungkin kita bakalan susah move-on setiap lewat jalan ini. Kecuali  kita berdua ga main lagi ke daerah gading, dan rasanya itu ga mungkin. hahaha.

Kesimpulannya, dalam hubungan ga semua hal yang kita harepin, kita rencanain atau yang nyenengin doank yang bikin kita ga bisa lupa atau berkesan. Tapi hal-hal yang kadang nyebelin, nyusahin, ga terduga dll juga bisa jadi hal yang berkesan dan berharga, bahkan lebih bermakna kalo diinget-inget.

dan lagi..."Kalo kita masih bisa ketawa bahagia saat susah sama seseorang. Apalagi pas kita sama-sama seneng? :)"

Let's find the TRUE one, and getting know about that feeling. It must be happiest ever :)

See you again on the next story!!! and thankyou for reading.








Tuesday, June 17, 2014

I dedicated this degree to all of "YOU" :)

Sabtu, 17 Mei 2014.

Bagi sebagian orang, mungkin ini adalah hari Sabtu biasa, yang bisa dihabiskan untuk lenye-lenye istirahat di rumah, atau bahkan menyiapkan diri buat ngedate sama pasangan nanti malam. But for me, it's very very special day. Karena secara official,  rentetan perjalanan menempuh gelar S-1 akan berakhir malam ini. Dalam Bahasa Indonesia, orang biasa menyebutnya sebagai wisuda, atau kalo mau kerenan dikit dalam Bahasa Inggris, biasa disebut Graduation Day. Terserah kalian menyebutnya dengan bahasa apa, karena yang terpenting buat gw adalah banyaknya nilai dan kisah, sebelum gw mencapai hari besar ini :)

Sedikit flash back. Pada tanggal 24-01-2014 kemaren, sebenernya gw sudah memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi, lewat sidang tertutup dengan para dosen tercinta :). Perjalanan panjang, dari mulai menginjakan kaki di UNTAR Agustus 2010 sebagai mahasiswi baru, males-malesan dateng telat kuliah, ngerjain tugas yang banyaknya seabrek, susah cari magang sampe akhirnya dapet di PT Modern PutraIndonesia (Owner of 7-Eleven Indonesia), susah payah menentukan topik skripsi, sampai akhirnya dapet yg pas, dan berkenalan dengan Bapak Yudhi Adhiat Ridwan, selaku CSR Cooperation Departement Head PT Angkasa Pura I, yang sangat-sangat baik dan terbuka dalam membantu menyelesaikan skripsi gw ini, yang juga mengangkat topik mengenai Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan beliau secara cuma-cuma, mengirimkan dua pegawainya dengan mobil pribadi untuk mengantarkan gw dan nyokap, observasi langsung ke daerah Sukabumi. Benar-benar baik luar biasa Bapak yang satu ini, saya ga akan lupa dengan kebaikan Bapak Yudhi, dan rekan-rekan di PT Angkasa Pura I  :).

Selanjutnya gw benar-benar amaze, pada hari terakhir skripsi harusnya dikumpul, yaitu 20 Desember 2013, BAB IV gw baru jadi !!! Tapi lagi-lagi karena kebaikan Dosen pembimbing Magang sekaligus Skripsi gw, yaitu Bapak Suherman Kusniadji, Drs. MM,  gw merasa sangat diberkati. Walaupun Pak Herman terkenal tegas (bahkan galak :P) namun dengan sabar, beliau mensupport dan menyakinkan gw bahwa walaupun telat, pasti skripsi kamu akan selesai ! dan memang betul, walau sempat begadang ga tidur, nangis-nangisan, stres, telat daftar sidang, dll. Doa dan bimbingan Bapak yang satu ini betul-betul ampuh.

Jumat, 24-01-2014. Gw resmi dinyatakan sebagai Felicia Harefa, S.I.kom :) dengan nilai yang memuaskan yaitu A, dan predikat Cum laude. Puji Tuhan terharu banget. Impian lulus 3,5 tahun yang dari awal gw pegang, ternyata menjadi kenyataan pada hari itu. Keluarnya gw dari ruang sidang pun disambut dengan orang yang selalu setia menemani, dan tahu suka duka gw, dari kuliah, bahkan SMA, yaitu my dearest boyfriend Ray, dan juga sahabat gw yang sudah gw kenal saat SMA, namun baru menjadi akrab semenjak kuliah, Christallia a.k.a Cen-cen. Bener2 hari yg membahagiakan gw dan Cen-cen akhirnya sudah sama-sama memegang gelar S.I.kom. Keluarga di rumah walaupun ga sempet dateng, juga merasakan kebahagiaan ini pasti, soalnya pada heboh ngepost foto gw keluar sidang di sosial media masing-masing :P


Tanpa sadar, 4 bulan berlalu sudah. Tibalah gw di hari kelulusan secara serentak bersama seluruh Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Tarumanagara lainnya, yang diadakan di Jakarta Convention Center, Plenary Hall. Ternyata hari yang gw nantikan ini bener-bener rem to the pong, karena walaupun mau keliatan cantik, tapi ternyata pengorbananya luar biasa, harus bangun pagi ke salon dan pake kebaya, yang bikin gerah setengah mampus. Alhasil sorry buat Mami dan Ray, yang uda anterin n nemenin ke wisuda, tapi sempet gw semprot karena emosi ga nyaman dengan dresscode dan tempat yang crowded ;P. Overall, gw merasa sangat bahagia, Mami dan Ray mau nemenin gw wisuda, dan Ray juga membawakan gw sebuah kado yang sangat spesial, yaitu Bouquet Doll yang bisa nyala :D. Gw pun seneng bisa sedikit reunian dengan teman-teman seperjuangan waktu kuliah dan skripsi di tempat wisuda berlangsung. 

Tapi sebenernya inti dari tulisan ini adalah, gw mau berterimakasih untuk semua yang sudah bersama gw secara penuh menyelesaikan semua ini.

Pertama, sama Tuhan Yesus. Karena kebaikan Tuhan yang memampukan gw menyelesaikan cita-cita gw selama ini. Tanpa dia gw nothing, gw pasti bukan gw yang sekarang ini :).

Kedua, buat Papi dan Mami. Kedua orangtua gw memang bukanlah konglomerat. Mereka adalah pasangan suami istri biasa tapi sangat luar biasa. Biarpun mereka ga sempat merasakan bangku kuliah, tapi mereka telah berhasil mengantarkan dua dari empat anaknya, sampai seorang menjadi Sarjana. Merekalah yg buat gw inget, harus ga boleh bolos kuliah, bahkan kalo gw ga masuk, atau telat ujian dsb, nyokap adalah manusia yg akan jauh lebih rempong dan panik dibandingkan gw. Walaupun perjuangan Priok-Grogol ga pernah mudah, apalagi dilalui dengan kendaraan umum, dari bus, angkot, busway semuanya uda gw coba dan rasain pahit manisnya, merekalah yang membuat gw kuat. Mereka jg yg membuat gw selalu buat gw berusaha maksimal di setiap tugas dan ujian, karena gw selalu berpikir alangkah jahatnya gw, kalo mereka uda cape-cape cari uang, tapi gw kuliah cm buat dengan sengaja ga lulus dan ngulang lagi di semester depan. Gw masih punya ade-ade yang jalannya masih panjang, gw akan sangat egois kalo ngehabisin jatah mereka sekolah dengan kuliah tapi ga serius :)

Ketiga, untuk Kakak dan adik2 tercinta dirumah (sok banget bahasanya, padahal aslinya ga begini :P) . Terima kasih untuk segala support, dan bentuk cie-cie, seperti "Cie yg skripsi, Cie yg bakal jadi sarjana" yang akhirnya telah menjadi kenyataan.Terimakasih juga buat my older sista, yang sering menebengi ketika pergi kuliah. Ya walaupun, secara nyata mungkin ga keliatan kontribusinya dalam skripsi ini, tapi gw tahu mereka juga ikut menyumbangkan doa untuk gw, sampai akhrinya memperoleh kelulusan :). Semoga kedua anak yang tersisa,yaitu adik2 gw yang masih sekolah dan jauh perjalanannya, juga bisa sukses mencapai gelar Sarjananya masing-masing, suatu hari nanti :)

Keempat, untuk seseorang bernama Ray Recaro.R yang tak lain adalah orang yang telah kontrak permanen dihati gw, semenjak gw duduk dibangku 1 SMA. Yang tahu alay-alaynya gw sedari SMA, nakalnya kaya apa, baiknya kaya apa, labilnya kaya apa. Perasaan campur aduk, yang sebenernya susah buat gw utarain. Gimana seorang cowo yang menemani gw sedari SMA, daftar kuliah bareng, tes saringan masuk bareng, daftar ulang bareng. Dia juga sering bela-belain bangun lebih pagi, buat jemput gw kuliah. Tanpa peduli jarak antara Priok-Rajawali,yg  bisa dibilang = jarak Rajawali-UNTAR. Malah kalo abis jemput gw, rutenya ya harus lewatin rumah doi lagi, baru ke UNTAR. Tapi doi bener-bener ikhlas banget lakuin semua itu. Ga akan lupa dimotor kita ujan-ujanan menerjang hujan di pagi hari, demi mencapai kampus, atau uda cape-cape jalan ke kampus, tiba-tiba dapet kabar ga ada kelas di tengah jalan. Kalo uda kaya gitu, ujung-ujungnya MC Cafe-Hayam Wuruk lah yang jadi saksi, tempat nongki terfavorit kita :D. Doi juga yang selalu temenin bikin tugas dan cari-cari magang. Bahkan sampai akhir skripsi pun, doi tetep setia nemenin, semangatin dan ngedoain :) dari mulai penelitian bolak-balik ke Angkasa Pura, daftar sidang, dan akhirnya disidang skripsi. Luar biasa banget cowo yang satu ini. Walaupun semua kenangan itu uda lewat, tapi ga ada satupun yang bisa buat gw lupa. Justru masa-masa itulah yang selalu akan gw kangenin. Sekali lagi, makasih ya bi uda temenin aku lewatin semua ini, sampe akhirnya aku diwisuda. Aku janji juga bakal nemenin masa-masa terbaik kamu, kaya yang selama ini uda kamu lakuin ke aku. Keberadaan kamu di samping aku adalah kado terindah yang ga akan pernah tergantiin sama kado apapun. Sukses selalu buat kamu bi. Aku mau lihat kamu diwisuda Mei 2015 ! dan nemenin kamu sampe kamu bener-bener jadi pria yang sukses. Love you :*

Kelima, Terimakasih untuk semua temen-temen selama gw kuliah, yang telah mewarnai hari-hari gw. Thanks to Pinguin (kumpulan anak-anak gila dari semester 1) yg walaupun sekarang uda pada mencar-mencar, dan sibuk satu sama lain, tapi gw ga akan lupa moment-moment gila sama kalian :D. Thanks juga buat The Kodelers, Cen-cen, Novi, Rere, Gerda, Pepenk, n' Lusi. Mereka adalah temen-temen terbaik gw, yang beberapa dulu merupakan anak Pinguin, dan sisanya adalah trio Sewan Gerda, Pepenk, Lusi , yg baru gw kenal saat semester 2. Thanks banget buat semua moment yg uda kita lewatin sama-sama, baik itu dikelas, pas ujian, pas makan siang, pas jalan-jalan, pokoknya buat semuanya :D. Semoga setelah semua ini, ga akan ada yang berubah ya, tetep keep contact dan jangan pernah sombong! Special thanks juga buat temen seperjuangan dari Semester 1 Christallia a.k.a Cen2. Ga nyangka, ga akrab pas SMA, eh pas kuliah bisa akrab n deket banget sama mahluk ini. Walaupun sempet kepisah karena perbedaan prinsip (caelah perbedaan jurusan kali), tapi cita-cita dan perjuangan kita buat lulus 3.5 tahun bersama akhirnya tercapai juga. Sukses selalu Cen buat elu, baik dalam karier, percintaan, kesehatan dan semuanya. Sukses juga buat temen-temen di The Kodelers, baik yang lagi menyusun skripsi, maupun yang baru mau daftar skripsi, semoga kalian juga cepet bisa menyusul diriku dan Cen-cen!





Sekian seribu patah kata, ucapan syukur dan terima kasih gw kepada orang-orang yang telah menemani gw sampai sekarang ini. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi siapapun yang membacanya, and thanks for reading :) 







Tuesday, September 24, 2013

The Vow - Jika suatu hari org yang anda cintai, tidak lagi mengingat memori tentang anda :)


Mungkin agak telat ya untuk mereview film yg satu ini :) tapi karena memang kebetulan baru nonton, dan kisahnya terinspirasi dari kisah nyata. Maka gw memutuskan untuk membuat reviewnya, terutama bagi yang belum tahu seperti apa bagusnya film ini :'). Let's check it out.

The Vow (2012) -Kisah ini dimulai dengan pasangan suami istri muda, Paige dan Leo yang baru saja selesai menonton film disebuah theater. Saat itu sedang musim salju, keduanya yang kedinginan bergegas masuk ke mobil, sepanjang perjalanan keduanya asik bercanda dan tertawa. Hingga tiba keduanya disuatu perhentian jalan, dan si suami (Leo) memarkirkan mobilnya sambil mengobrol dengan istrinya (Paige). Paige melepaskan seat belt dan menggoda suaminya, lantas keduanya berciuman, dan saat itulah truk yang melaju kencang menabrak mobil mereka dari belakang. Paige yg tdk menggunakan seat belt pun terlempar menabrak kaca mobil, suaminya mengalami luka, namun tidak sampai separah istrinya.


Paige dan Leo kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, Leo yang setengah sadar mengingat pertama kali dia dan istrinya bertemu 4 tahun lalu. Paige adalah gadis cantik mahasiswi sebuah Institut seni, dirinya bertemu Leo saat mengurus surat izin parkir. Leo sangat terpesona dengan kecantikannya, akan tetapi sial bagi Paige, surat izin parkirnya tertinggal di loket. Beruntung Leo mengejarnya dan memberikan surat izin tersebut, Leo segera memanfaatkan moment tersebut untuk mengenal gadis cantik yang telah mempesonanya itu. 
Keduanya pergi minum dan makan cokelat ke sebuah cafe bernama Mnemonic. 

Setelah menjalani masa pacaran yang indah, Leo dan Paige akhirnya menikah. Janji indahpun saling dilontarkan keduanya, yang dengan konyol menuliskan janji pernikahan masing-masing di atas kertas menu Cafe Mnemonic. Janji itu sangat manis, terutama janji Leo terhadap istrinya..

"Aku berjanji untuk sungguh-sungguh mencintaimu, bagaimanapun dirimu sekarang dan selamanya. Aku berjanji untuk tidak pernah lupa bahwa ini adalah cinta seumur hidup. Dan untuk selalu tahu dibagian terdalam jiwaku, tak peduli tantangan apapun yang dapat memisahkan kita, kita akan selalu menemukan jalan untuk kembali bersama".

Leo tersadar dari lamunan masa lalunya, dirinya ternyata hanya mengalami luka ringan, sedangkan sang istri mendapatkan luka serius di kepalanya dan masih koma. Setiap hari Leo selalu menjaga Paige hingga hari yang ia nantikan tiba, Paige tersadar dari komanya. Akan tetapi bagai disambar petir, Paige sama sekali tidak mengenali Leo. Cedera dikepala Paige membuat memori jangka pendeknya hilang, yang tak lain adalah memori masa-masa indahnya bersama Leo. Paige hanya dapat mengingat masa-masa dimana ia dan Leo belum bertemu. Leo sangat terpukul dan takut "bagaimana jika istrinya tidak dapat mengingat kenangan mereka kembali?".

Paige dikunjungi kedua orangtuanya, hubungan Paige dan kedua orangtuanya yang buruk sebelum menikah dengan Leo hingga kecelakaan itu terjadi, seakan kembali pulih. Paige tidak lagi ingat alasan ia pergi dari rumah dan kemudian memilih hidup mandiri di kota, hingga menikah dengan Leo. Hal inilah yang dimanfaatkan kedua orangtua Paige yang berasal dari keluarga terpandang, untuk menghapus rahasia keluarga mereka, dan mengajak putri mereka pulang ke rumah, seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Leo semakin terpukul, tidak bisa dibayangkannya istri yang tidak lagi ingat pada dirinya itu, kini harus dibawa pulang oleh orangtuanya, yang nampaknya kurang suka pada Leo. Leo bersikeras mengajak Paige pulang, dengan alasan akan membantu Paige mengingat memori mereka berdua bersama.

Paige yang tidak mengingat siapa Leo dan ternyata masih ingat akan keluarganya, tentu saja menolak ajakam Leo untuk pulang bersamanya. Leo mencoba meyakinkan Paige bahwa dirinya lah suami yang ia cintai. Akan tetapi Paige tetap tidak mudah percaya, dan menganggap bisa saja dulu dia menikahi Leo karena terpaksa. Paige seakan benar-benar lupa bahwa sebelumnya ia sangat mencintai suaminya tersebut.

Keteguhan usaha Leo terlihat sedikit membuahkan hasil, walaupun Paige tidak mengenal dirinya lagi, akhirnya karena melihat usaha Leo, Paige mau mencoba menemukan memorinya yang hilang dan pulang bersama dengan dirinya.
Segala rutinitas telah mereka coba lalui bersama, tetapi tak sedikitpun yang membuat Paige mengingat kembali memorinya yang hilang. Bahkan Paige merasa aneh ketika menonton rekaman video pernikahannya dengan Leo. Merasa aneh dirinya sekarang seorang vegetarian dan seniman. Hal terakhir yang diingatnya hanyalah ia merupakan mahasiswi jurusan hukum dan sedang bertunangan dengan pria bernama Jeremy, yang sebenarnya kini telah menjadi mantan kekasihnya.

Akan tetapi, Paige yang hanya mengingat masa lalunya sebelum bertemu dengan Leo, benar-benar masih menganggap Jeremy adalah tunangannya, dia terlihat sangat senang ketika dapat bertemu kembali dengan mantan tunangannya tesebut disuatu acara. Bahkan Paige yang masih penasaran kenapa dia sekarang menikah dengan Leo bukan Jeremy, mendatangi Jeremy diam-diam di kantornya dan menanyakan kejelasan hubungan mereka dulu.

Jeremy kaget dengan kedatangan Paige dan mengatakan memang hubungan mereka sudah berakhir, dikarenakan Paige sendiri yang meninggalkannya. Jeremy juga mengatakan saat mereka putus, Paige terlihat lain, gadis itu terlihat tidak yakin lagi dengan kuliah hukumnya dan juga dengan hubungan yang mereka rajut saat itu. Jeremy meminta maaf dan juga menjelaskan dirinya sekarang sudah memiliki hubungan dengan wanita lain. Paige berusaha paham dengan penjelasan Jeremy dan meninggalkan pria itu, akan tetapi karena masih terbawa suasana perasaan masa lalunya, dia mencium Jeremy, baru kemudian meninggalkannya pergi.

Usaha Leo membuat Paige ingat dengan rutinitas yang biasa mereka lakukan sia-sia. Paige merasa semakin tidak mengenal dirinya, dan moodnya yang belum stabil akibat benturan di kepalanya, membuat ia berubah menjadi gampang emosi. Paige akhrinya memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya, karena memang juga bertepatan dengan hari pernikahan adik Paige yang semakin dekat. Paige meminta Leo untuk mengerti, karena kepergiannya hanya sementara dan untuk membantu mempersiapkan pernikahan adiknya. Leo terdiam dan merelakan istrinya pergi dengan sebuah pelukan canggung.

Leo tetapi tidak mau menyerah, di pesta pertunangan adik Paige, dirinya datang dan meminta Paige memberinya sebuah kesempatan. Paige tidak ingat bagaimana pertama kali mereka bertemu dan bagaimana mereka bisa jatuh cinta, tapi bagi Leo itu adalah moment-moment terbaik dalam hidupnya, dan ia ingin Paige mengalami moment itu kembali. Leo memintanya untuk berkencan, layaknya mereka benar-benar tidak saling mengenal. Paige pun setuju, perjalanan Leo dalam membuat istrinya jatuh cinta padanya lagi pun dimulai.

Leo menjemput Paige keesokan harinya untuk makan malam, Leo kemudian membawah istrinya tersebut ke Cafe Mnemonic, tempat pertama kali mereka berkencan. Leo memberikan kejutan sekotak bola-bola cokelat Rusia aneka rasa kepada Paige, masih sama seperti apa yang ia pernah berikan dulu. Paige kebingungan, bagaimana ia tahu rasa cokelat yang ia sukai dan tidak. Leo hanya tertawa membantunya memilih cokelat tersebut secara acak, dan menghabiskan cokelat itu berdua, meskipun tidak semua rasa cokelat yang mereka pilih mereka sukai.

Leo kemudian membawa Paige ke sebuah danau. Paige kebingungan dengan apa yang akan mereka lakukan di danau tersebut, terlebih Leo menanggalkan pakaiannya di depan Paige. Ternyata Leo mengajak istrinya tersebut berenang di tengah malam, hal yang cukup 
aneh, namun menurut Leo itulah yang selalu ia dan Paige lakukan setiap satu bulan sekali. Paige menuruti kegilaan Leo, dan merekapun tertawa bersama melakukan hal gila nan romantis tersebut.

Kencan indah tersebut, sayangnya masih belum bisa mengembalikan ingatan dan perasaan Paige terhadap suaminya. Paige semakin bingung dan tidak mengenal dirinya. Namun Leo lagi-lagi tidak menyerah, ia datang lagi ke pesta pernikahan adik Paige untuk menemui istrinya tersebut. Di tengah pesta pernikahan, ayah Paige mengajak Leo untuk berbincang sejenak, hal ini terkait usaha Leo yang hampir bangkrut dan dipenuhi hutang. Lantas ayah Paige yang cukup mapan menawarkan solusi untuk Leo, ia meminta Leo untuk menceraikan putrinya, dan sebagai imbalan, ia akan membantu Leo melunasi hutang-hutangnya. Leo sangat marah dan menolak keras permintaan ayah Paige, menurutnya ayah Paige adalah pengecut yang tidak punya keberanian untuk meminta maaf atas kesalahan yang ia buat, sehingga dulu Paige pergi meninggalkan keluarganya.

Belum usai amarah Leo akan tawaran ayah Paige, Jeremy mantan tunangan Paige menghampirinya, setelah berdebat mulut, Leo sangat kaget mengetahui beberapa hari lalu istrinya datang mengunjungi Jeremy secara diam-diam. Amarah Leo semakin memuncak ketika Jeremy menyinggung akan meniduri Paige nanti,Leo kemudian menghajar Jeremy. Paige yang melihat kekacauan di pesta pernikahan adiknya tersebut, terlihat kecewa dan pergi.

Leo mengejar Paige, Leo megatakan hatinya lah yang kecewa melihat istrinya diam-diam menemui Jeremy. Leo menyerah,  dia merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk membuat Paige ingat kembali akan dirinya. Leo pergi meninggalkan Paige, Paige pun menangis sambil berkata

"Aku harap suatu hari nanti, aku bisa mencintaimu seperti kamu mencintai aku"

Leo pun menjawab

" Kamu pernah melakukannya sekali, kamu pasti bisa melakukannya lagi"

Dan kemudian benar-benar pergi meninggalkan Paige yang hanya bisa tertegun menatap kepergiannya.

Leo tak ingin lagi menyakiti Paige untuk terus memaksanya mengingat kenangan mereka. Dengan berat hati Leo menandatangani surat perceraiannya dan Paige, dirinya hanya meyakini satu hal..

"If we were meant to be together, we would to be together.."

Suatu ketika Paige akhirnya mengetahui rahasia yang ditutupi keluarganya. Ternyata ayah Paige berselingkuh dengan sahabat Paige sendiri, sehingga dulu itulah alasan dia pergi meninggalkan keluarganya. Paige sangat kecewa mengapa keluarganya tega menutupi semua itu. Paige kemudian mengunjungi Leo dan menanyakan apakah hal itu benar. Leo mengiyakannya, tapi baginya bukan tindakan yang tepat, jika dia mengatakan rahasia itu kepada Paige hanya untuk menjauhkan Paige dari keluarganya lagi. Leo ingin Paige mengetahuinya sendiri, Leo ingin Paige mencintainya lagi, tapi tidak dengan menjauhkan Paige dari keluarganya. Paige pun menangis dan mengatakan memang dirinya tidak ingin kehilangan keluarganya lagi. Leo pun menyemangatinya dan mendukung Paige untuk menjalani kehidupannya sekarang.

Keduanya lantas berpisah, menjalani kehidupan mereka yang baru masing-masing. Paige kembali ke sekolah hukum dan kembali dekat dengan Jeremy. Namun memori lama seakan berputar kembali. Paige mulai merasa tidak nyaman dengan sekolah hukum, jari-jarinya memperlihatkan bahwa ia sebenarnya seorang seniman. Lantas ia meminta maaf kepada sang ayah, untuk kedua kalinya Paige minta dipindahkan ke sekolah seni. Untuk menebus rasa bersalah sang ayah kepadanya, ayahnya pun mengizinkan Paige kembali masuk ke sekolah seni. Kemudian Jeremy yang sudah putus dengan kekasih barunya, meminta Paige untuk kembali mengisi kehidupannya. Seperti memori yang kembali terulang lagi saat dulu Paige memutuskan Jeremy, kini pun sama Paige kembali menolaknya, dia ingin tahu bagaimana dulu dia bisa melupakan Jeremy dengan caranya sendiri saat ini.

Demikian dengan Leo, ia terlihat bangkit membangun bisnis studio rekamannya.

Jika aku dan dia ditakdirkan untuk bersama, maka kita akan selalu bersama..

Paige sibuk mengerjakan pekerjaan mematungnya dan membongkar-bongkar kardus untuk mencari bahan-bahan yang kurang. Saat itulah ia menemukan kertas menu Cafe Mnemonic yang bertuliskan janji pernikahannya untuk Leo dulu.

Aku berjanji membantumu mencintai hidup..
Untuk selalu merangkulmu dalam kelembutan kasih, dan untuk bersabar saat cinta memintanya
Untuk berkata saat kata-kata dibutuhkan, dan berbagi keheningan saat kata-kata tidak dibutuhkan.
Untuk sepakat untuk tidak sepakat pada kue red velvet
Dan untuk hidup dengan kehangatan hatimu dan selalu menganggapnya sebuah rumah..

Leo pergi ke Cafe Mnemonic, dengan maksud untuk menikmati cokelat panas. Namun ia kurang beruntung, cafe itu tutup sebab salju saat itu sedang lumayan tebal. Beruntung baginya sesosok wanita cantik yang sangat dikenalnya berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu adalah Paige, mereka saling menyapa. Paige dan Leo kemudian berbincang mengenai kehidupan  mereka masing-masing saat ini. Paige sudah kembali bersekolah di Institut seni dan kini tinggal sendiri di kawasan Rogers Park. Akan tetapi dia tetap tidak ingat akan masa lalunya bersama Leo. Paige menanyakan apakah Leo sedang single?dan mereka pun tertawa karena mereka punya jawaban yang sama. Ya, mereka sama-sama masih sendiri. Mereka pun meninggalkan Cafe Mnemonic untuk pergi ke tempat yang baru, dan memulai kisah percintaan mereka dari awal.

Film ini merupakan film yang terinspirasi dari pasangan Kim dan Krickitt Carpenters, yang juga mengalami hal yang sama. 18 September 1993 silam keduanya mengalami kecelakaan mobil, dan Krickitt istri Kim, yang baru saja dinikahinya tersadar dari koma dengan tidak sama sekali mengenal dirinya. Kim dengan setia membantu istrinya untuk direhabiltasi, akan tetapi emosi Krickitt yang belum stabil akibat kecelakaan, hanya membuatnya marah-marah dan terus menolak akan usaha pria yang tidak diingatnya tersebut. Akan tetapi ketulusan cinta Kim untuk membuat istrinya mencintainya lagi tidak sia-sia, 3 tahun setelah peristiwa itu, mereka kembali menikah. Mereka hidup bahagia sebagai pasangan suami istri hingga sekarang dan dikaruniai dua orang anak, meskipun memori Krickitt di masa lalu bersama suaminya tersebut tidak pernah kembali lagi hingga saat ini.

"Hubungan kami memang tidak akan sama seperti sebelumnya, tapi lebih sekarang lebih kuat dari apa yang pernah kami lalui"- Krickitt Carpenters

Ada dua nilai yang bisa gw ambil dari kisah ini ..

Pertama, memori memang penting, karena memorilah yang membentuk perasaan kita dan menentukan bagaimana kita bersikap dengan orang yang ada bersama kita saat ini. Tapi, ketika semua itu hilang dan orang yang kita cintai tidak lagi memiliki memori tentang kita. Apakah perasaan kita juga harus hilang bersama memori pasangan kita tersebut? Kita sendirilah yang memutuskannya. Orang yang kehilangan memori, pasti akan terlihat berbeda dan tidak lagi sama, seperti pertama kali kita mengenalnya, hal ini bisa kita gambarkan dalam kehidupan sehari-hari hampir sama dengan kasus pasangan kita yang telah berubah sikapnya. Tetapi kita sendirilah yang sebenarnya dapat memutuskan, berhenti mencintainya karena ia kini pribadi yang berbeda, atau berusaha tetap mencintainya walau keadaannya tidak lagi sama. Cintailah seseorang karena memang kita mencintainya, bukan karena siapa dia, memori yang kita bentuk atau alasan apapun. Maka kita akan tetap dapat mencintainya dalam kondisi apapun :). Love someone because you really love, not because what you expected.  so you can still love them today and whoever they will be..

Kedua.. seperti yang Leo katakan sebelumnya di dalam adegan film The Vow.. 

"If we were meant to be together.. we would to be together"

Jika memang seseorang ditakdirkan untuk bersama kita, apapun yang terjadi kita pasti akan tetap bersama orang tersebut.
Jadi, berhentilah untuk memaksakan kehendak memiliki orang yang lain yang belum tentu ditakdirkan untuk kita, dan jangan sekali-kali melebihi kuasa Tuhan untuk berharap terlalu berlebiham

Tetapi selalu yakin dan berdoalah.. 
No matter what challenges might carry us apart, we will find the way to back each other..

Jika memang dialah yang Tuhan ciptakan untuk kita, seberat apapun cobaaan yang datang, yakinlah cinta akan menemukan jalannya untuk tetap kembali bersama :)

Semoga review film ini dapat memberikan inspirasi ;) dan jangan ragu untuk langsung menonton film ini ya.. 


God bless you..